Rabu, 01 Mei 2013

MAKALAH LINGKUNGAN PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Berbicara pendidikan adalah berbicara tentang bagaimana membentuk karakter manusia sebagaimana yang diinginkan.Sedangkan karakter akan terbentuk oleh berbagai faktor,diantaranya adalah lingkungan.Orang berbeda karakternya, disebabkan oleh karena mereka tumbuh di lingkungan yang berbeda.Dengan begitu peran lingkungan sangat besar dalam membentuk perilaku seseorang.
Atas dasar kenyataan itu maka,lingkungan pendidikan harus ditata dan dirawat hingga kelihatan bersih dan rapi. Lingkungan harus dipandang sebagai bagian dari pendidikan.Lingkungan harus dijadikan sebagai faktor penting untuk membentuk pribadi anak-anak atau mahasiswa yang belajar di sekolah atau kampus. Sekolah atau kampus tidak boleh dibiarkan kotor dan tidak terurus.
Lingkungan pendidikan, selain harus bersih,rapi juga semestinya dijaga keindahannya.Islam mengajarkan tentang kebersihan, kerapian dan juga keindahan.Oleh sebab itu semestinya tidak boleh sekolah,madrasah dan perguruan tinggi Islam menampakkan kekumuhan.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam pembahasan di makalah ini Yaitu sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan pendidikan ?
2.      Apa yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan ?
3.      Apa saja lingkungan pendidikan itu ?
4.      Mencakup apa saja ragam bentuk lingkungan pendidikan itu ?

C.    Tujuan
Tujuan dari makalah ini Yaitu sebagai berikut :
1.      Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan pendidikan
2.      Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan
3.      Dapat mengetahui apa saja lingkungan pendidikan itu
4.      Dapat mengetahui mencakup apa saja ragam bentuk lingkungan pendidikan itu





























BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pendidikan
Secara etimologi Pendidikan berasal dari bahasa Yunani yaitu  educare” yang berarti membawa keluar yang tersimpan  untuk dituntut agar tumbuh dan berkembang.Dalam bahasa arab dikenal dengan istilah “tarbiyah”, berasal dari kata “raba-yarbu” yang berarti mengembang,tumbuh.
Sedangkan pendidikan menurut para ahli Yaitu :
1.      Menurut Langeveld Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju pada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
2.      Menurut John Dewey Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesame manusia.
3.      Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak itu, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
4.      Menurut UU No.2 Tahun 1989 Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.
5.      Menurut UU No.20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. 
Secara terminologi para ahli pendidikan mendefinisikan kata pendidikan dengan berbagai tujuan.Abdurahman Al-Bani mendefinisikan pendidikan (tarbiyah) adalah pengembangan seluruh potensi anak didik secara bertahap menurut ajaran Islam (Ahmad Tafsir, 200 1: 29). Dalam Dictionary of Educaition dinyatakan bahwa pendidikan adalah :
a.       Proses seorang mengembangkan kemampuan, sikap dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka hidup.
b.       Proses sosial yang terjadi pada orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungannya yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang di sekolah), sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. Dengan kata lain, perubahan-perubahan yang sifatnya permanen dalam tingah laku, pikiran dan sikapnya (Nanang Fattah, 2003: 4).
Jadi,pendidikan merupakan aktivitas yang disengaja dan mengandung tujuan yang tentu dan di dalamnya terlibat berbagai faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu sistem yang saling mempengaruhi.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya yaitu rohani (pikiran,karsa,rasa,cipta,hati nurani) dan jasmani (panca indra serta keterampilan).

B.     Pengertian Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia,baik berupa benda mati,makhluk hidup ataupun peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi masyarakat terutama yang dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu.Seperti lingkungan tempat pendidikan berlangsung dan lingkungan tempat anak bergaul.Lingkungan ini kemudian secara khusus disebut sebagai lembaga pendidikan sesuai dangan jenis dan tanggung jawab yang secara khusus menjadi bagian dari karakter lembaga.
Sedangkan lembaga pendidikan adalah organisasi atau kelompok manusia yang karena satu dan lain hal memikul tanggung jawab atas terlaksananya pendidikan.Badan pendidikan ini bertugas memberi pendidikan kepada terdidik.Secara umum fungsi lembaga-lembaga pendidikan adalah menciptakan situasi yang memungkinkan proses pendidikan dapat berlangsung,sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya.Karena itu situasi lembaga pendidikan harus berbeda dengan situasi lembaga lain.
Menurut Hasbullah lingkungan pendidikan mencakup :
1.      Tempat (lingkungan fisik),keadaan iklim,keadaan tanah,keadaan alam.
2.      Kebudayaan (lingkungan budaya) dengan warisan budaya tertentu seperti bahasa,seni,ekonomi,ilmu pengetahuan,pandangan hidup dan pandangan keagamaan.
3.      Kelompok hidup bersama (lingkungan sosial atau masyarakat) keluarga,kelompok bermain.
Lingkungan pendidikan memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap peserta didik.Perbedaan pengaruh tersebut tergantung jenis lingkungan pendidikan tempat peserta didik terlibat didalamnya.Hal ini karena masing-masing jenis lingkungan pendidikan memiliki situasi sosial yang berbeda-beda.Situasi sosial yang di maksud meliputi faktor perencanaan,sarana dan sistem pendidikan pada masing-masing jenis lingkungan.Intensitas pengaruh lingkungan terhadap peserta didik tergantung sejauh mana anak dapat menyerap rangsangan yang diberikan lingkungannya dan sejauh mana lingkungan mampu memahami dan memberikan fasilitas terhadap kebutuhan pendidikan peserta didik.
C.    Fungsi Lingkungan Pendidikan
Fungsi pertama lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik,sosial dan budaya,terutama berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan pendidikan secara optimal.Hal ini dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efisien dan efektif.
Fungsi kedua lingkungan pendidikan adalah mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi serta mempersiapkan peranan-peranan tertentu dalam masyarakat.Hal ini karena masyarakat akan berfungsi dengan baik jika setiap individu belajar berbagi hal,baik pola tingkah laku umum maupun peranan yang berbeda-beda.
Dalam menjalankan kedua fungsinya,lingkungan pendidikan haruslah digambarkan sebagai kesatuan yang utuh diantara berbagai ragam bentuknya.Untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan secara menyeluruh masing-masing lingkungan mempunyai andil dalam mencapainya.

D.    Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh penddikan secara langsung atau tidak langsung.Oleh karena itu,lingkungan pendidikan ada bersifat sosial dan material.Lingkungan pendidikn secara garis besar besarnya oleh Ki Hajar Dewantoro dibagi menjadi tiga yang disebut dengan Tri Pusat Pendidikan,yaitu keluarga,sekolah dan masyarakat,hal itu sejalan dengan yang dinyatakan oleh Langeveld bahwa yang bertanggung jawab dalam pendidikan adalah keluarga,sekolah dan masyarakat.

Keluarga
Keluarga merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah keluarga kecil karena hubungan sedarah.Keluarga bisa berbentuk keluaga inti (nucleus family:ayah,ibu,anak),ataupun keluarga yang diperluas (disamping inti:kakek,nenek,ipar dsb).
Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat yang didalamnya hubungan-hubungan yang terdapat didalamnya bersifat langsung.Disitulah berkembang individu dan terbentuknya tahap-tahap awal proses pemasyarakatan.Melalui interaksi tersebut diperoleh pengetahuan,keterampilan,minat,nilai-nilai,emosi dan sikapnya dalam hidup dan dengan itu diperoleh ketenangan dan ketentraman.
Keluarga sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk generasi muda.Keluarga disebut pula sebagai lembaga pendidikan informal.Pendidikan informal adalah kegiatan pendidikan yang tidak diorganisasikan secara struktural dan tidak mengenal penjenjangan kronologis menurut tingkatan umum maupun tingkatan  keterampilan dan pengetahuan.
Keluarga secara etimologi menurut Ki Hajar Dewantoro,seperti dijelaskan oleh Abu Ahmad adalah sebagai berikut:Bagi Bangsa Indonesia perkataan “keluarga” dikenal sebagai rangkaian perkataan-perkataan “kawula” dan “warga”.Sebagai kita ketahui ,maka “kawula” itu tidak lain artinya dari pada “abdi” yakni “hamba” sedangkan “warga” berarti “anggota”.Sebagai “abdi” dalam “keluarga” wajiblah seseorang disitu menyerahkan  segala kepentingan-kepentingan kepada keluarganya.Sebaliknya sebagai “warga” atau “anggota” ia berhak sepenuhnya pula untuk ikut mengurus  segala kepentingan didalam keluarga tadi.
Keluarga dalam pandangan antropologi adalah kesatuan-kesatuan kecil yang memiliki tempat tinggal dan di tandai oleh kerjasama yang sangat erat.
Secara sosiologis keluarga adalah bentuk masyarakat kecil yang terdiri dari beberapa individu yang terkait suatu keturunan,yakni kesatuan antara ayah,ibu dan anak yang merupakan kesatuan kecil dari bentuk-bentuk kesatuan masyarakat.
Keluarga sebagai lingkungan pertama  bagi individu dimana ia berinteraksi.Dari interaksi inin selanjutnya individu memperoleh unsur dan ciri dasar bagi pembentukan kepribadiannya melalui akhlak,nilai-nilai,kebiasaan-kebiasaan dan emosinya untuk ditampakan dalam sikap hidup dan tingkah laku.
Motivasi pengabdian keluarga didasarkan pada cinta kasih yang sangat natural,sehingga suasana pendidikan yang berlangsung didalamnya berdasarkan kepada suasana yang tanpa memikirkan hak.Motivasi pengabdian keluarga (orang tua) semata-mata demi cinta kasih yang kodrati.Di dalam suasana cinta dan kemesraan inilah proses pendidikan berlangsung seumur anak itu dalam tanggungjawab keluarga.Dasar-dasar tanggungjawab keluarga terhadap pendidikan anaknya meliputi hal-hal berikut :
·         Dorongan/motivasi cinta kasih yang menjiwai hubungan orangtua  dengan anak.
·         Dorongan/motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orangtua terhadap keturunannya.
·         Tanggung jawab sosial sebagai bagian dari keluarga,yang pda gilirannya juga menjadi bagian dari masyarakat,bangsa dan negaranya bahkan kemanusiaan.
Disisi lain tanggung jawab pendidikan yang menjadi beban orang tua sekurang-kurangnya harus dilaksanankan dalam rangka hal-hal berikut :
·         Memelihara dan membesarkan anak,ini adalah bentuk yang paling sederhana dari setiap tanggung jawab,setiap orang tua dan merupakan dorongan alami untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia
·         Melindungi dan menjamin kesamaan,baik jasmaniah maupun rohaniah,dan berbagai gangguan penyakit dan dari penyelewengan kehidupan dari tujuan hidup yang sesuai dengan falsafat hidup dan agama yang dianutnya
·         Memberikan pengajaran dalam arti yang luas sehingga anak memperoleh peluang untuk memiliki pengetahuan dan kecakapan seluas dan setinggi mungkin dapat dicapainya
·         Membahagiakan anak baik dunia atau akhirat sesuai dengan pandangan dan tujuan hidup muslim
Dasar-dasar pendidikan yang diberikan kepada anak dari orang tua meliputi :
1.      Dasar pendidikan budi pekerti dengan cara memberikan norma pandangan hidup tertentu walaupun masih dalam pola yang masih sederhana
2.      Dasar pendidikan sosial dengan cara melatih anak dengan tata cara bergaul dan berkomunikasi yang baik terhadap lingkungan sosial sekitar
3.      Dasar pendidikan intelek dengan cara mengajar anak tentang kaidah-kaidah bertutur bahasa yang baik
4.      Dasar pembentukan kebiasaan pembinaan kepribadian yang baik dan wajar dengan membiasakan anak hidup teratur bersih,disiplin dan rajin
5.      Dasar pendidikan kekeluargaan dengan memberikan apresiasi terhadap keluarga
6.      Dasar pendidikan nasionalisme dan patriotisme dan berprikemanusiaan untuk mencintai bangsa dan tanah air
7.      Dasar pendidikan agama,melatih dan membiasakan anak beribadah kepada Tuhan dengan meningkatkan aspek keimanan  dan ketakwaan
Lingkungan keluarga berpengaruh kepada anak dari sisi : perlakuan keluarga terhadap anak,kedudukan anak dalam keluarga,keadaan ekonomi keluarga,keadaan pendidikan keluarga dan pekerjaan orang tua.
 Fungsi dan peranan pendidikan keluarga yaitu :
1.      Pengalaman pertama masa kanak-kanak
Lingkungan pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merapakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Suasana pendidikan keluarga ini sangat penting diperhatikan, sebab dari sinilah keseimbangan jiwa di dalam perkembangan individu selanjutnya ditentukan.
2.      Menjamin kehidupan emosional anak
Melalui pendidikan keluarga ini, kehidupan emosional atau kebutuhan akan rasa kasih sayang dapat dipenuhi atau dapat berkembang dengan baik, hal ini dikarenakan adanya hubungan darah antara pendidikan dengan anak didik, sebab orang tua hanya menghadapi sedikit anak didik dan karena hubungan tadi didasarkan atas rasa cinta kasih sayang murni.
3.      Menanamkan dasar pendidikan moral
Di dalam keluarga juga merapakan penanaman utama dasar-dasar moral bagi anak, yang biasanya tercermin dalam sikap dan perilaku orang tua sebagai teladan yang dapat di contoh anak.
4.      Memberikan dasar pendidikan sosial
Perkembangan benih-benih kesadaran sosial pada anak-anak dapat dipupuk sedini mungkin, terutama lewat kehidupan keluarga yang penuh rasa tolong-menolong, gotong royong secara kekeluargaan, menolong saudara atau tetangga yang sakit, bersama-sama menjaga ketertiban, kedamaian, kebersihan dan keserasian dalam segala hal.
5.      Peletakan dasar-dasar agama
Masa kanak-kanak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan dasar-dasar kehidupan beragama, dalam hal ini tentu terjadi dalam keluarga. Anak-anak seharusnya dibiasakan ikut serta ke masjid bersama-sama untuk menjalankan ibadah, mendengarkan khutbah atau ceramah keagamaan, kegiatan seperti ini besar sekali pengaruhnya terhadap kepribadian anak.

Lingkungan Sekolah
Sekolah adalah pendidikan yang mempunyai dasar,tujuan,isi,metode,alat-alatnya disusun secara eksplisit,sistematis dan distandarisasikan.Penjabaran fungsi sekolah sebagai pusat pendidikan formal,terlihat pada tujuan institusional yaitu tujuan kelembagaan pada masing-masing jenis dan tingkatan sekolah.Di Indonesia lembaga pendidikan formal pra sekolah,Sekolah Dasar,Sekolah Menengah Pertama,dan Sekolah Menengah Atas yang terdiri dari sekolah menengah umum dan kejuruan,serta perguruan tinggi dengan aneka ragam bidangnya.Tujuan institusional untuk masing-masing tingkat atau jenis pendidikan,pencapaiannya di topang oleh tujuan-tujuan kurikuler dan tujuan instruksional.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal menerima fungsi pendidikan berdasarkan asas-asas tanggungjawab yaitu :
·         Tanggungjawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku
·         Tanggungjawab keilmuan berdasarkan bentuk,isi,tujuan dan tingkat pendidikan yang dipercayakan kepadanya oleh masyarakat dan negara
·         Tanggungjawab fungsional ialah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan-ketentuan jabatannya
Sekolah yaitu pendidikan sekunder yang mendidik anak mulai dari usia masuk sekolah  sampai keluar sekolah dengan pendidikan yang mempunyai kompetensi profesional,personal,sosial dan pedagogik.Persekolahan seringkali diidentifikasikan sebagai lembaga pendidikan formal sebagai akibat persekolahan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan yang pengelolaannya dengan aturan yang lebih ketat dibandingkan dengan lembaga lainnya.
Evaluasi untuk mengukur kemampuan murid untuk menyelesaikan pendidikannya pada suatu jenjang atau jenis pendidikan dilakukan melalui 3 cara yaitu :
1.      Formatif,dilakukan setiap selesai satu sesi pembelajaran
2.      Sumatif,yang dilakukan setiap semester atau setiap tahun
3.      UAN (Ujian Akhir Nasional) adalah evaluasi yang diselenggarakan pada sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah atau sekolah swasta yang berada dalam naungan pemerintah.Ujian ini bertujuan untuk mengawasi kualitas penyelenggaraan pendidikan dan bermaksud untuk mengukur kompetensi murid yang akan menyelesaikan pendidikan pada satu tingkat lembaga supaya mempunyai standar kualitas minimal yang relatif sama secara nasional.
Karakteristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah ini, yaitu sebagai berikut :       
a.       Pendidikan diselenggarakan secara khusus dan bagi atas jenjang yang
memiliki hubungan hierarkis
b.      Usia anak didik disuatu jenjang pendidikan relativ homogen
c.       Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan program pendidikan yang
harus diselesaikan
d.      Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum
e.       Adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban terhadap
kebutuhan dimasa yang akan datang
 Sifat-sifat lembaga pendidikan Yaitu :
·         Tumbuh sesudah keluarga ( pendidik kedua)
·          Merupakan lembaga pendidikan formal
·          Merupakan lembaga yang tidak bersifat kodrati.
Macama-macam sekolah Yaitu :
1.      Ditinjau dari segi yang mengusahakan
a.       Sekolah negeri
b.      Sekolah swasta
2.      Ditinjau dari sudut tingkatan
a.       Pendidikan dasar
b.      Pendidikan menengah
c.       Pendidikan tinggi
3.       Ditinjau dari sifatnya
a.       Sekolah umum
b.      Sekolah kejuruan

Lingkungan Masyarakat
Secara sederhana masyarakat dapat diartikan sebagai kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan negara,kebudayaan dan negara.Setiap masyarakat mempunyai cita-cita,peraturan-peraturan dan sistem kekuasaan tertentu.Lembaga pendidikan ini berorientasi langsung kepada hal-hal yang bertalian dengan kehidupan.Pendidikan masyarakat merupakan pendidikan yang menunjang pendidikan keluarga dan sekolah.Masyarakat besar pengaruhnya dalam memberi arah terhadap pendidikan anak,terutama para pemimpin masyarakat atau penguasa yang ada di dalamnya.
Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat meliputi segala bidang,baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan,pembentukan pengertian (pengetahuan) sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.Dalam perkembangannya lembaga pendidikan islam menjadi sarana pengembangan pribadi kearah kesempurnaan sebagai hasil dari pengumpulan dan latihan secara terus menerus.Lembaga pendidikan kemasyarakatan islam dapat mengambil bentuk organisasi kepanduan,perkumpulan pemuda,olahraga,kesenian,remaja mesjid,majlis taklim,koperasi,pusat keterampilan dan latihan,partai politik,perkumpulan agama dan lain-lain.
Sosial/masyarakat adalah pendidikan tersier yang merupakan pendidikan terakhir,tapi bersifat permanen dengan pendidiknya masyarakat itu sendiri secara sosial,kebudayaan adat istiadat dan kondisi masyarakat setempat sebagai lingkungan material.Pendidikan dalam pergaulan masyarakat terutama banyak sekali lembaga-lembaga pendidikan seperti :
a.       Mesjid,surau atau langgar,mushola
b.      Madrasah,pondok pesantren
c.       Pengajian atau majlis taklim
d.      Kursus-kursus
e.       Badan-badan pembinaan rohani (biro pernikahan,biro konsultasi keagamaan dan lain-lainnya)
Lembaga pendidikan yang dalam istilah UU No. 20 Tahun 2003 disebut dengan jalur pendidikan non formal ini, bersifat fungsional dan praktis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja peserta didik yang berguna bagi usaha perbaikan taraf  hidupnya.
Ciri-ciri pendidikan masyarakat yaitu sebagai berikut :
1.      Pendidikan diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolah
2.      Peserta umumnya mereka yang sudah tidak bersekolah
3.      Pendidikan tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk
jangka waktu pendek.
4.      Peserta tidak perlu homogen
5.      Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematis.
6.      Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus
7.      Keterampilan kerja sangat ditekankan
Beberapa istilah jalur pendidikan luar sekolah Yaitu :
1.      Pendidikan social
2.      Pendidikan Masyarakat
3.      Pendidikan rakyat
4.      Pendidikan luar sekolah
5.      Mass education
6.      Adult education
7.      Extension education
8.      Fundamental education

















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia,baik berupa benda mati,makhluk hidup ataupun peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi masyarakat terutama yang dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu.Seperti lingkungan tempat pendidikan berlangsung dan lingkungan tempat anak bergaul.Lingkungan ini kemudian secara khusus disebut sebagai lembaga pendidikan sesuai dangan jenis dan tanggung jawab yang secara khusus menjadi bagian dari karakter lembaga.
Fungsi lingkungan pendidikan yaitu membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik,sosial maupun budaya.Dan mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi serta mempersiapkan peranan-peranan tertentu dalam masyarakat.
Lingkungan pendidikan secara garis besar terbagi menjadi tiga yang disebut dengan Tri Pusat Pendidikan yaitu,keluarga,lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

B.     Saran
Penulis berharap dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan pembaca tentang lingkungan pendidikan,sehingga dapat bermanfaat dalam membantu peserta didik dengan berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitar.
Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi metode maupun isi.Maka dari itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun supaya lebih baik dalam penulisan makalah berikutnya.
                                                                                                                  



DAFTAR PUSTAKA
 Purwanto,Ngalim.1994.Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis.Bandung:Remaja Rosda Karya.
 Tirtahadja,Umar.2004.Pengantar Pendidikan.Jakarta:Rineka Cipta.
 Langgulung,Hasan.1995.Manusia dan Pendidikan.Jakarta:Husna Zikra.
 Daradjat,Zakiyah.1992.Ilmu pendidikan Islam.Jakarta:Bumi Aksara.
 Ahmad,Abu.1991.Sosiologi Pendidikan.Jakarta:Rineka Cipta.


hello kitty gif