BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Berbicara
pendidikan adalah berbicara tentang bagaimana membentuk karakter manusia
sebagaimana yang diinginkan.Sedangkan karakter akan terbentuk oleh berbagai
faktor,diantaranya adalah lingkungan.Orang berbeda karakternya,
disebabkan oleh karena mereka tumbuh di lingkungan yang berbeda.Dengan
begitu peran lingkungan sangat besar dalam membentuk perilaku seseorang.
Atas
dasar kenyataan itu maka,lingkungan pendidikan harus ditata dan dirawat hingga
kelihatan bersih dan rapi. Lingkungan harus dipandang sebagai bagian
dari pendidikan.Lingkungan harus dijadikan sebagai faktor penting untuk
membentuk pribadi anak-anak atau mahasiswa yang belajar di sekolah
atau kampus. Sekolah atau kampus tidak boleh dibiarkan kotor dan tidak terurus.
Lingkungan pendidikan, selain harus bersih,rapi juga semestinya dijaga
keindahannya.Islam mengajarkan tentang kebersihan, kerapian dan juga
keindahan.Oleh sebab itu semestinya tidak boleh sekolah,madrasah dan perguruan
tinggi Islam menampakkan kekumuhan.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
dalam pembahasan di makalah ini Yaitu sebagai berikut :
1.
Apa yang dimaksud dengan pendidikan ?
2.
Apa yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan ?
3.
Apa saja lingkungan pendidikan itu ?
4.
Mencakup apa saja ragam bentuk lingkungan
pendidikan itu ?
C.
Tujuan
Tujuan dari makalah ini
Yaitu sebagai berikut :
1.
Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan
pendidikan
2.
Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan
lingkungan pendidikan
3.
Dapat mengetahui apa saja lingkungan pendidikan
itu
4.
Dapat mengetahui mencakup apa saja ragam bentuk
lingkungan pendidikan itu
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pendidikan
Secara
etimologi Pendidikan berasal dari bahasa Yunani yaitu “educare” yang berarti membawa keluar
yang tersimpan untuk dituntut agar
tumbuh dan berkembang.Dalam bahasa arab dikenal dengan istilah “tarbiyah”,
berasal dari kata “raba-yarbu” yang berarti mengembang,tumbuh.
Sedangkan
pendidikan menurut para ahli Yaitu :
1.
Menurut Langeveld Pendidikan adalah setiap
usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju
pada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap
melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
2.
Menurut John Dewey Pendidikan adalah proses
pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke
arah alam dan sesame manusia.
3.
Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah
tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, yaitu menuntun
segala kekuatan kodrat yang ada pada anak itu, agar mereka sebagai manusia dan
anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya.
4.
Menurut UU No.2 Tahun 1989 Pendidikan adalah
usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.
5.
Menurut UU No.20 Tahun 2003 Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan Negara.
Secara terminologi para ahli pendidikan mendefinisikan kata
pendidikan dengan berbagai tujuan.Abdurahman Al-Bani mendefinisikan pendidikan
(tarbiyah) adalah pengembangan seluruh potensi anak didik secara
bertahap menurut ajaran Islam (Ahmad Tafsir, 200 1: 29). Dalam Dictionary
of Educaition dinyatakan bahwa pendidikan adalah :
a.
Proses seorang mengembangkan kemampuan, sikap
dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka hidup.
b.
Proses sosial yang terjadi pada orang yang
dihadapkan pada pengaruh lingkungannya yang terpilih dan terkontrol (khususnya
yang datang di sekolah), sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan
kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. Dengan kata lain,
perubahan-perubahan yang sifatnya permanen dalam tingah laku, pikiran dan
sikapnya (Nanang Fattah, 2003: 4).
Jadi,pendidikan
merupakan aktivitas yang disengaja dan mengandung tujuan yang tentu dan di
dalamnya terlibat berbagai faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang
lainnya sehingga membentuk suatu sistem yang saling mempengaruhi.Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia
untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya
yaitu rohani (pikiran,karsa,rasa,cipta,hati nurani) dan jasmani (panca indra
serta keterampilan).
B.
Pengertian
Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah segala
sesuatu yang ada di sekitar manusia,baik berupa benda mati,makhluk hidup ataupun
peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi masyarakat terutama yang
dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu.Seperti lingkungan tempat
pendidikan berlangsung dan lingkungan tempat anak bergaul.Lingkungan ini
kemudian secara khusus disebut sebagai lembaga pendidikan sesuai dangan jenis
dan tanggung jawab yang secara khusus menjadi bagian dari karakter lembaga.
Sedangkan lembaga pendidikan adalah
organisasi atau kelompok manusia yang karena satu dan lain hal memikul tanggung
jawab atas terlaksananya pendidikan.Badan pendidikan ini bertugas memberi
pendidikan kepada terdidik.Secara umum fungsi lembaga-lembaga pendidikan adalah
menciptakan situasi yang memungkinkan proses pendidikan dapat
berlangsung,sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya.Karena itu situasi
lembaga pendidikan harus berbeda dengan situasi lembaga lain.
Menurut Hasbullah lingkungan pendidikan
mencakup :
1. Tempat
(lingkungan fisik),keadaan iklim,keadaan tanah,keadaan alam.
2. Kebudayaan
(lingkungan budaya) dengan warisan budaya tertentu seperti
bahasa,seni,ekonomi,ilmu pengetahuan,pandangan hidup dan pandangan keagamaan.
3. Kelompok
hidup bersama (lingkungan sosial atau masyarakat) keluarga,kelompok bermain.
Lingkungan pendidikan memiliki
pengaruh yang berbeda-beda terhadap peserta didik.Perbedaan pengaruh tersebut
tergantung jenis lingkungan pendidikan tempat peserta didik terlibat
didalamnya.Hal ini karena masing-masing jenis lingkungan pendidikan memiliki
situasi sosial yang berbeda-beda.Situasi sosial yang di maksud meliputi faktor
perencanaan,sarana dan sistem pendidikan pada masing-masing jenis
lingkungan.Intensitas pengaruh lingkungan terhadap peserta didik tergantung
sejauh mana anak dapat menyerap rangsangan yang diberikan lingkungannya dan
sejauh mana lingkungan mampu memahami dan memberikan fasilitas terhadap
kebutuhan pendidikan peserta didik.
C.
Fungsi
Lingkungan Pendidikan
Fungsi pertama lingkungan pendidikan
adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan
sekitarnya baik lingkungan fisik,sosial dan budaya,terutama berbagai sumber
daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan pendidikan secara
optimal.Hal ini dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efisien dan
efektif.
Fungsi kedua lingkungan pendidikan
adalah mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi serta mempersiapkan
peranan-peranan tertentu dalam masyarakat.Hal ini karena masyarakat akan
berfungsi dengan baik jika setiap individu belajar berbagi hal,baik pola
tingkah laku umum maupun peranan yang berbeda-beda.
Dalam menjalankan kedua
fungsinya,lingkungan pendidikan haruslah digambarkan sebagai kesatuan yang utuh
diantara berbagai ragam bentuknya.Untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan
secara menyeluruh masing-masing lingkungan mempunyai andil dalam mencapainya.
D.
Ragam
Bentuk Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah tempat
seseorang memperoleh penddikan secara langsung atau tidak langsung.Oleh karena
itu,lingkungan pendidikan ada bersifat sosial dan material.Lingkungan pendidikn
secara garis besar besarnya oleh Ki Hajar Dewantoro dibagi menjadi tiga yang
disebut dengan Tri Pusat Pendidikan,yaitu
keluarga,sekolah dan masyarakat,hal itu sejalan dengan yang dinyatakan oleh
Langeveld bahwa yang bertanggung jawab dalam pendidikan adalah keluarga,sekolah
dan masyarakat.
Keluarga
Keluarga merupakan pengelompokan primer
yang terdiri dari sejumlah keluarga kecil karena hubungan sedarah.Keluarga bisa
berbentuk keluaga inti (nucleus family:ayah,ibu,anak),ataupun keluarga yang
diperluas (disamping inti:kakek,nenek,ipar dsb).
Keluarga merupakan unit pertama dan
institusi pertama dalam masyarakat yang didalamnya hubungan-hubungan yang
terdapat didalamnya bersifat langsung.Disitulah berkembang individu dan
terbentuknya tahap-tahap awal proses pemasyarakatan.Melalui interaksi tersebut
diperoleh pengetahuan,keterampilan,minat,nilai-nilai,emosi dan sikapnya dalam
hidup dan dengan itu diperoleh ketenangan dan ketentraman.
Keluarga sebagai lembaga pendidikan
mempunyai peranan penting dalam membentuk generasi muda.Keluarga disebut pula
sebagai lembaga pendidikan informal.Pendidikan informal adalah kegiatan
pendidikan yang tidak diorganisasikan secara struktural dan tidak mengenal
penjenjangan kronologis menurut tingkatan umum maupun tingkatan keterampilan dan pengetahuan.
Keluarga secara etimologi menurut Ki
Hajar Dewantoro,seperti dijelaskan oleh Abu Ahmad adalah sebagai berikut:Bagi
Bangsa Indonesia perkataan “keluarga” dikenal sebagai rangkaian
perkataan-perkataan “kawula” dan “warga”.Sebagai kita ketahui ,maka “kawula”
itu tidak lain artinya dari pada “abdi” yakni “hamba” sedangkan “warga” berarti
“anggota”.Sebagai “abdi” dalam “keluarga” wajiblah seseorang disitu
menyerahkan segala
kepentingan-kepentingan kepada keluarganya.Sebaliknya sebagai “warga” atau
“anggota” ia berhak sepenuhnya pula untuk ikut mengurus segala kepentingan didalam keluarga tadi.
Keluarga dalam pandangan antropologi
adalah kesatuan-kesatuan kecil yang memiliki tempat tinggal dan di tandai oleh
kerjasama yang sangat erat.
Secara sosiologis keluarga adalah bentuk
masyarakat kecil yang terdiri dari beberapa individu yang terkait suatu
keturunan,yakni kesatuan antara ayah,ibu dan anak yang merupakan kesatuan kecil
dari bentuk-bentuk kesatuan masyarakat.
Keluarga sebagai lingkungan pertama bagi individu dimana ia berinteraksi.Dari
interaksi inin selanjutnya individu memperoleh unsur dan ciri dasar bagi
pembentukan kepribadiannya melalui akhlak,nilai-nilai,kebiasaan-kebiasaan dan
emosinya untuk ditampakan dalam sikap hidup dan tingkah laku.
Motivasi pengabdian keluarga didasarkan
pada cinta kasih yang sangat natural,sehingga suasana pendidikan yang
berlangsung didalamnya berdasarkan kepada suasana yang tanpa memikirkan
hak.Motivasi pengabdian keluarga (orang tua) semata-mata demi cinta kasih yang
kodrati.Di dalam suasana cinta dan kemesraan inilah proses pendidikan
berlangsung seumur anak itu dalam tanggungjawab keluarga.Dasar-dasar
tanggungjawab keluarga terhadap pendidikan anaknya meliputi hal-hal berikut :
·
Dorongan/motivasi cinta
kasih yang menjiwai hubungan orangtua
dengan anak.
·
Dorongan/motivasi
kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orangtua terhadap keturunannya.
·
Tanggung jawab sosial
sebagai bagian dari keluarga,yang pda gilirannya juga menjadi bagian dari
masyarakat,bangsa dan negaranya bahkan kemanusiaan.
Disisi lain tanggung jawab
pendidikan yang menjadi beban orang tua sekurang-kurangnya harus dilaksanankan
dalam rangka hal-hal berikut :
·
Memelihara dan
membesarkan anak,ini adalah bentuk yang paling sederhana dari setiap tanggung
jawab,setiap orang tua dan merupakan dorongan alami untuk mempertahankan
kelangsungan hidup manusia
·
Melindungi dan menjamin
kesamaan,baik jasmaniah maupun rohaniah,dan berbagai gangguan penyakit dan dari
penyelewengan kehidupan dari tujuan hidup yang sesuai dengan falsafat hidup dan
agama yang dianutnya
·
Memberikan pengajaran
dalam arti yang luas sehingga anak memperoleh peluang untuk memiliki
pengetahuan dan kecakapan seluas dan setinggi mungkin dapat dicapainya
·
Membahagiakan anak baik
dunia atau akhirat sesuai dengan pandangan dan tujuan hidup muslim
Dasar-dasar pendidikan yang diberikan kepada anak
dari orang tua meliputi :
1. Dasar
pendidikan budi pekerti dengan cara memberikan norma pandangan hidup tertentu
walaupun masih dalam pola yang masih sederhana
2. Dasar
pendidikan sosial dengan cara melatih anak dengan tata cara bergaul dan
berkomunikasi yang baik terhadap lingkungan sosial sekitar
3. Dasar
pendidikan intelek dengan cara mengajar anak tentang kaidah-kaidah bertutur
bahasa yang baik
4. Dasar
pembentukan kebiasaan pembinaan kepribadian yang baik dan wajar dengan
membiasakan anak hidup teratur bersih,disiplin dan rajin
5. Dasar
pendidikan kekeluargaan dengan memberikan apresiasi terhadap keluarga
6. Dasar
pendidikan nasionalisme dan patriotisme dan berprikemanusiaan untuk mencintai
bangsa dan tanah air
7. Dasar
pendidikan agama,melatih dan membiasakan anak beribadah kepada Tuhan dengan
meningkatkan aspek keimanan dan
ketakwaan
Lingkungan keluarga berpengaruh
kepada anak dari sisi : perlakuan keluarga terhadap anak,kedudukan anak dalam
keluarga,keadaan ekonomi keluarga,keadaan pendidikan keluarga dan pekerjaan
orang tua.
Fungsi dan peranan
pendidikan keluarga yaitu :
1.
Pengalaman pertama masa kanak-kanak
Lingkungan pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama
yang merapakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Suasana
pendidikan keluarga ini sangat penting diperhatikan, sebab dari sinilah
keseimbangan jiwa di dalam perkembangan individu selanjutnya ditentukan.
2.
Menjamin kehidupan emosional anak
Melalui pendidikan keluarga ini, kehidupan emosional atau
kebutuhan akan rasa kasih sayang dapat dipenuhi atau dapat berkembang dengan
baik, hal ini dikarenakan adanya hubungan darah antara pendidikan dengan anak
didik, sebab orang tua hanya menghadapi sedikit anak didik dan karena hubungan
tadi didasarkan atas rasa cinta kasih sayang murni.
3.
Menanamkan dasar pendidikan moral
Di dalam keluarga juga merapakan penanaman utama dasar-dasar
moral bagi anak, yang biasanya tercermin dalam sikap dan perilaku orang tua
sebagai teladan yang dapat di contoh anak.
4.
Memberikan dasar pendidikan sosial
Perkembangan benih-benih kesadaran sosial pada anak-anak dapat
dipupuk sedini mungkin, terutama lewat kehidupan keluarga yang penuh rasa
tolong-menolong, gotong royong secara kekeluargaan, menolong saudara atau
tetangga yang sakit, bersama-sama menjaga ketertiban, kedamaian, kebersihan dan
keserasian dalam segala hal.
5.
Peletakan dasar-dasar agama
Masa kanak-kanak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan
dasar-dasar kehidupan beragama, dalam hal ini tentu terjadi dalam keluarga.
Anak-anak seharusnya dibiasakan ikut serta ke masjid bersama-sama untuk
menjalankan ibadah, mendengarkan khutbah atau ceramah keagamaan, kegiatan
seperti ini besar sekali pengaruhnya terhadap kepribadian anak.
Lingkungan
Sekolah
Sekolah adalah pendidikan yang
mempunyai dasar,tujuan,isi,metode,alat-alatnya disusun secara
eksplisit,sistematis dan distandarisasikan.Penjabaran fungsi sekolah sebagai
pusat pendidikan formal,terlihat pada tujuan institusional yaitu tujuan kelembagaan
pada masing-masing jenis dan tingkatan sekolah.Di Indonesia lembaga pendidikan
formal pra sekolah,Sekolah Dasar,Sekolah Menengah Pertama,dan Sekolah Menengah
Atas yang terdiri dari sekolah menengah umum dan kejuruan,serta perguruan
tinggi dengan aneka ragam bidangnya.Tujuan institusional untuk masing-masing
tingkat atau jenis pendidikan,pencapaiannya di topang oleh tujuan-tujuan
kurikuler dan tujuan instruksional.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan
formal menerima fungsi pendidikan berdasarkan asas-asas tanggungjawab yaitu :
·
Tanggungjawab formal
kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut
ketentuan-ketentuan yang berlaku
·
Tanggungjawab keilmuan
berdasarkan bentuk,isi,tujuan dan tingkat pendidikan yang dipercayakan
kepadanya oleh masyarakat dan negara
·
Tanggungjawab
fungsional ialah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksana pendidikan
yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan-ketentuan jabatannya
Sekolah yaitu pendidikan sekunder
yang mendidik anak mulai dari usia masuk sekolah sampai keluar sekolah dengan pendidikan yang
mempunyai kompetensi profesional,personal,sosial dan pedagogik.Persekolahan
seringkali diidentifikasikan sebagai lembaga pendidikan formal sebagai akibat
persekolahan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan yang pengelolaannya
dengan aturan yang lebih ketat dibandingkan dengan lembaga lainnya.
Evaluasi untuk mengukur kemampuan
murid untuk menyelesaikan pendidikannya pada suatu jenjang atau jenis
pendidikan dilakukan melalui 3 cara yaitu :
1. Formatif,dilakukan
setiap selesai satu sesi pembelajaran
2. Sumatif,yang
dilakukan setiap semester atau setiap tahun
3. UAN
(Ujian Akhir Nasional) adalah evaluasi yang diselenggarakan pada sekolah yang
diselenggarakan oleh pemerintah atau sekolah swasta yang berada dalam naungan
pemerintah.Ujian ini bertujuan untuk mengawasi kualitas penyelenggaraan
pendidikan dan bermaksud untuk mengukur kompetensi murid yang akan
menyelesaikan pendidikan pada satu tingkat lembaga supaya mempunyai standar
kualitas minimal yang relatif sama secara nasional.
Karakteristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah ini,
yaitu sebagai berikut :
a. Pendidikan
diselenggarakan secara khusus dan bagi atas jenjang yang
memiliki hubungan hierarkis
memiliki hubungan hierarkis
b. Usia anak didik
disuatu jenjang pendidikan relativ homogen
c. Waktu pendidikan
relatif lama sesuai dengan program pendidikan yang
harus diselesaikan
harus diselesaikan
d. Materi atau isi
pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum
e. Adanya penekanan
tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban terhadap
kebutuhan dimasa yang akan datang
kebutuhan dimasa yang akan datang
Sifat-sifat lembaga pendidikan Yaitu :
·
Tumbuh sesudah keluarga ( pendidik kedua)
·
Merupakan
lembaga pendidikan formal
·
Merupakan
lembaga yang tidak bersifat kodrati.
Macama-macam sekolah Yaitu :
1.
Ditinjau dari segi yang mengusahakan
a.
Sekolah negeri
b.
Sekolah swasta
2.
Ditinjau dari sudut tingkatan
a.
Pendidikan dasar
b.
Pendidikan menengah
c.
Pendidikan tinggi
3.
Ditinjau
dari sifatnya
a.
Sekolah umum
b.
Sekolah kejuruan
Lingkungan Masyarakat
Secara
sederhana masyarakat dapat diartikan sebagai kumpulan individu dan kelompok
yang diikat oleh kesatuan negara,kebudayaan dan negara.Setiap masyarakat
mempunyai cita-cita,peraturan-peraturan dan sistem kekuasaan tertentu.Lembaga
pendidikan ini berorientasi langsung kepada hal-hal yang bertalian dengan
kehidupan.Pendidikan masyarakat merupakan pendidikan yang menunjang pendidikan
keluarga dan sekolah.Masyarakat besar pengaruhnya dalam memberi arah terhadap
pendidikan anak,terutama para pemimpin masyarakat atau penguasa yang ada di
dalamnya.
Corak
dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat meliputi segala
bidang,baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan,pembentukan pengertian
(pengetahuan) sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan
keagamaan.Dalam perkembangannya lembaga pendidikan islam menjadi sarana
pengembangan pribadi kearah kesempurnaan sebagai hasil dari pengumpulan dan
latihan secara terus menerus.Lembaga pendidikan kemasyarakatan islam dapat
mengambil bentuk organisasi kepanduan,perkumpulan
pemuda,olahraga,kesenian,remaja mesjid,majlis taklim,koperasi,pusat
keterampilan dan latihan,partai politik,perkumpulan agama dan lain-lain.
Sosial/masyarakat
adalah pendidikan tersier yang merupakan pendidikan terakhir,tapi bersifat
permanen dengan pendidiknya masyarakat itu sendiri secara sosial,kebudayaan
adat istiadat dan kondisi masyarakat setempat sebagai lingkungan
material.Pendidikan dalam pergaulan masyarakat terutama banyak sekali
lembaga-lembaga pendidikan seperti :
a. Mesjid,surau
atau langgar,mushola
b. Madrasah,pondok
pesantren
c. Pengajian
atau majlis taklim
d. Kursus-kursus
e. Badan-badan
pembinaan rohani (biro pernikahan,biro konsultasi keagamaan dan lain-lainnya)
Lembaga pendidikan
yang dalam istilah UU No. 20 Tahun 2003 disebut dengan jalur pendidikan non
formal ini, bersifat fungsional dan praktis yang bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan dan keterampilan kerja peserta didik yang berguna bagi usaha
perbaikan taraf hidupnya.
Ciri-ciri pendidikan
masyarakat yaitu sebagai berikut :
1.
Pendidikan diselenggarakan dengan sengaja di
luar sekolah
2.
Peserta umumnya mereka yang sudah tidak
bersekolah
3.
Pendidikan tidak mengenal jenjang dan program
pendidikan untuk
jangka waktu pendek.
jangka waktu pendek.
4.
Peserta tidak perlu homogen
5.
Ada waktu belajar dan metode formal, serta
evaluasi yang sistematis.
6.
Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus
7.
Keterampilan kerja sangat ditekankan
Beberapa istilah jalur pendidikan luar sekolah
Yaitu :
1.
Pendidikan social
2.
Pendidikan Masyarakat
3.
Pendidikan rakyat
4.
Pendidikan luar sekolah
5.
Mass education
6.
Adult education
7.
Extension education
8.
Fundamental education
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Lingkungan
pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia,baik berupa benda
mati,makhluk hidup ataupun peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi
masyarakat terutama yang dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu.Seperti
lingkungan tempat pendidikan berlangsung dan lingkungan tempat anak
bergaul.Lingkungan ini kemudian secara khusus disebut sebagai lembaga
pendidikan sesuai dangan jenis dan tanggung jawab yang secara khusus menjadi
bagian dari karakter lembaga.
Fungsi
lingkungan pendidikan yaitu membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan
berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik,sosial maupun budaya.Dan
mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi serta mempersiapkan
peranan-peranan tertentu dalam masyarakat.
Lingkungan
pendidikan secara garis besar terbagi menjadi tiga yang disebut dengan Tri Pusat Pendidikan
yaitu,keluarga,lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
B.
Saran
Penulis
berharap dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan pembaca tentang lingkungan
pendidikan,sehingga dapat bermanfaat dalam membantu peserta didik dengan
berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitar.
Penulis
menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi
metode maupun isi.Maka dari itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun supaya lebih baik dalam penulisan makalah berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Purwanto,Ngalim.1994.Ilmu
Pendidikan Teoritis dan Praktis.Bandung:Remaja Rosda Karya.
Tirtahadja,Umar.2004.Pengantar
Pendidikan.Jakarta:Rineka Cipta.
Langgulung,Hasan.1995.Manusia
dan Pendidikan.Jakarta:Husna Zikra.
Daradjat,Zakiyah.1992.Ilmu
pendidikan Islam.Jakarta:Bumi Aksara.
Ahmad,Abu.1991.Sosiologi
Pendidikan.Jakarta:Rineka Cipta.

makasih
BalasHapusterima kasih :)
BalasHapussayang kali kagak ada catatan kakinya